Daerah

DPC LIN Konsel Keluhkan Kelangkaan Pertalite, Harga Ecer Tebus Rp15 Ribu per Botol, Pemerintah Segera Bertindak

×

DPC LIN Konsel Keluhkan Kelangkaan Pertalite, Harga Ecer Tebus Rp15 Ribu per Botol, Pemerintah Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini

TA_Konawe Selatan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan.

Kondisi tersebut mengakibatkan antrean panjang di sejumlah SPBU dan mendorong kenaikan harga Pertalite di tingkat pengecer hingga mencapai sekitar Rp15.000 per botol, sebagaimana dikeluhkan sejumlah warga.

Kondisi antrean panjang di wilayah Konawe Selatan juga diberitakan dalam beberapa laporan media lokal beberapa hari terakhir.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Konawe Selatan Herianto,S.Sos.,S.H menyampaikan keprihatinannya dan meminta pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM bersubsidi kembali normal.

Menurut Ketua DPC LIN Konawe Selatan, kelangkaan Pertalite telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya nelayan, petani, pelaku UMKM, pengemudi angkutan, serta warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite. Akibat kelangkaan tersebut, harga di tingkat pengecer bahkan mencapai sekitar Rp15.000 per botol. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat BBM bersubsidi,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah, Pertamina Patra Niaga, serta aparat pengawas untuk melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM bersubsidi dan memastikan penyalurannya tepat sasaran.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Kami berharap dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM, termasuk apabila ditemukan indikasi penyimpangan yang menyebabkan kelangkaan di lapangan. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian pasokan BBM dengan harga sesuai ketentuan,” tambahnya.

Selain itu, DPC LIN Konawe Selatan berharap pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab kelangkaan Pertalite agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Laporan_Tin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *